Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin – Tere Liye

Warning : Banyak spoiler dalam postingan ini! Hahaha.

Image

The book

Well, ini adalah buku pertama Tere Liye yang saya baca sampai selesai. Entah kenapa, dulu saya kurang tertarik dengan novel karya beliau. Tapi itu dulu.

Beberapa hari yang lalu saya selesai membaca novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Sebenarnya saya punya novel ini di Indonesia, tapi belum sempat dibaca dan saya pun tidak membawa novel tersebut ke Jepang. Kebetulan kak Dini punya novel ini dan saya butuh bacaan, akhirnya selesai juga membaca novel yang menyentuh ini.

Tania. Di usianya yang 11 tahun,dia harus hidup dengan segala keterbatasan. Ayah Tania sudah meninggal, dan Ibu yang menjadi tulang punggung keluarga juga sudah sakit-sakitan, untuk bisa terus bertahan hidup Tania dan adiknya, Dede, harus putus sekolah dan mulai mengamen. Tania dengan rambut panjang diikat selalu ditemani Dede untuk menyanyi di metromini ataupun di sudut jalan yang banyak orang lalu-lalang. Hingga satu hari, mereka bertemu Danar. Tania berusia 11 tahun, Dede 6 tahun, dan Danar 27 tahun ketika mereka pertama bertemu.

Danar sangat menyayangi Tania dan keluarganya. Tania dan Dede kembali disekolahkan, Ibu diberikan modal untuk berjualan kue, dan mereka pun tidak lagi tinggal di rumah kardus mereka, tapi pindah ke kontrakan yang membuat Dede lompat kegirangan.

Ketika mereka sudah mulai merasakan kehidupan yang layak, Ibu meninggal. Tania dan Dede tidak punya siapa-siapa lagi. Hanya Danar dan pacar Danar, Ratna, yang ada di samping mereka ketika penguburan Ibu. Ibu berpesan kepada Tania sebelum meninggal, Tania harus menjaga Dede, bekerja keras untuk hidup, tidak menangis sesulit apapun keadaan itu, daun yang jatuh tidak pernah membenci angin meski harus terenggut dari pohonnya.

Novel ini tidak jauh beda dengan novel lainnya yang berkisah tentang cinta dan kehidupan. Yang membedakan dari novel lain adalah alur novel ini. DI tiap chapter dari novel ini sebenarnya ingatan-ingatan Tania sejak dia masih kecil. Tania mengenang itu semua di toko buku yang selalu dia kunjungi bersama Danar dan Dede. Danar yang sangat menyayangi Tania dan Dede, Danar yang rela membagi separuh hidupnya dengan Tania dan Dede, Danar yang tersenyum bangga ketika Tania berhasil mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Singapura, dan juga Danar yang memberikan liontin kepada Tania yang ternyata liontin Tania dan Danar memiliki makna khusus jika keduanya disandingkan *ups. Spoiler!*

Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin. Novel ini ingin menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu disesali dalam hidup ini dan semua yang terjadi punya makna tersendiri. Cinta Tania ke Danar sejak rambutnya masih ikat dua, cinta Tania ke Danar ketika mereka bergandengan tangan ke toko buku kesukaannya, cinta Tania ke Danar meski harus mengetahui Danar akan menikahi Ratna.

Bagaimana dengan Danar?

Yuk baca novelnya :p Bagus banget. Recommended! Penuh kejutan di dalamnya, penuh makna, dan jika kalian jeli banyak sekali makna tersirat dalam novel ini. Tere Liye mampu menyajikan cerita cinta yang tidak biasa, cinta yang luar biasa dari Tania untuk Danar, dan kesabaran seorang Danar untuk menyimpan rahasia hatinya. Ah sudah! No more spoiler yak! Cari bukunya!

By the way, di lembar terakhir dari buku ini ada tulisan seperti ini :

Image

Japan ;)

Sepertinya saya ditakdirkan untuk membaca novel ini ketika sudah ada di Jepang. Padahal saya sempat nyesal karena lupa membawa buku ini. Ternyata kak Dini punya, dan menemukan tulisan ini di lembaran terakhir. Ahh, daun yang jatuh tidak pernah membenci angin ;)

cheers,

-autumn-

About these ads